Film yang dimainkan
Jhon Travolta dan Dustin Hofmann ini, mengangkat kekuatan media sebagai
kekuatan pembangunan opini yang nantinya diharapkan mampu menjadi preasure atau
penetrasi dalam pengambilan keputusan, Jhon Travolta yang berperan sebagai
SamBalley, dengan tanpa sengaja melakukan penyanderaan terhadap anak-anak dan
seorang kurataor di museum, hal ini di
sebabkan di PHKnya Sam, tanggung jawab
sebagai seorang ayah dari dua orang anak dan seorang suami, menyebabkan Sam
harus melakukan pengancaman, namun akibat penyanderaan initanpa sengaja Sam
menembak temannya yang juga seroang satpam berkulit hitam Clift. Tanpa
disengaja seorang reporter televisi
MaxBracket, berada dalam museum, Opini yang terbentuk diawal Sam adalah
seorang penjahat, namun keterangan Sam terhadap Max, membuktikan Sam bukanlah
seorang penjahat tapi hanya mendapat sedikit tekanan psikologis.
Opini publik dapat
berubah dengan cepat. Image Sam sebagai seorang biasa yang putus asa berubah
menjadi seorang berkepribadian bingung, pemarah dan sangat berbahaya, akibat
reportase seorang wartawan senior dari sebuah jaringan televisi terkenal di New
York, Kevin Hollander. Wartawan ini berusaha untuk menjatuhkan image Sam dan
juga Max yang menjadi lawannya sejak lama. Dengan memakai bahan reportase yang
sama (TV lokal dimana Max bekerja merupakan bagian dari jaringan TV nasional
tempat Kevin bekerja sehingga semua hasil reportase menjadi milik jaringan),
Kevin berhasil menjatuhkan Sam dimata publik dan sekaligus menyudutkan Max
dengan menuduhnya “memanfaatkan” Sam. Opini publik kembali berubah, semua orang
lebih percaya pada berita dari jaringan TV yang lebih bonafid.
Film ini menyadarkan
pada kita akan begitu dahsyatnya media telah menguasai perikehidupan. Bagaimana
media mampu menjungkirbalikkan kehidupan seseorang hanya dalam hitungan hari.
Telah sedemikian kuatnya media, sehingga seorang Max Brackket tidak sanggup
melawan arus pembentukan opini publik. Dan pada akhirnya seorang Sam Baily yang
“tidak bersalah” harus menemui ajal, karena merasa tidak lagi punya masa depan.
Untuk itu diperlukan kearifan dan nilai moral yang tinggi agar tidak terjebak
pada arus kekuasaan yang menyengsarakan. Semoga dengan ini kita semakin
menghargai nilainilai kemanusiaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar