- I didn’t want to drink that coffee because it was too hot.
- Though my father is so sad, he doesn’t cry.
- After she cleaned the windows, she decided to stop working for a while.
- When the cost is so expensive, the customer stop buying books in my store.
- Whenever you call me, I am ready to come.
- The movie was still enjoyable even tough it was so long.
- Though he got only small part in the movie, the actor was so happy.
- The zoo is very big as I thought.
- Because my father is so rich, I never worry about the future.
- I have to arrive soon because the teacher will be angry if I come late
- I didn’t like the movie although the actor is so famous.
- I have to say that I love you
- Although Rita has invited me, I decide not to go.
- Everyone looked at me when I cried.
- Where I was born is the place that I miss.
- This is the restaurant where we met at the first time.
- Some people tell me that I should go now.
- After ten years, she still remember me.
- We can’t see the house anymore after tornado damaged it.
- Because she is so beautiful, many men like her.
- After a couple of years, he still remember his ex-girl.
- After Anita closed the door, she decided to stop learning for a while.
- Although I have been invited, I decide not to go.
- Although Mrs. Satomoto is not a young anymore, she is still very passionate and energetic.
- Anita likes the person who was nice to her.
- The students are doing the homework because they will submit it tomorrow.
- The teacher will return the homework after he notices the error.
- We know the man whom you were talking to yesterday.
- David and Peter finally met Cristiano Ronaldo, whom they had always admired.
- Deadpool was still an enjoyable movie even though it was so long.
- Everyone looked at me when I laugh so loud.
- Have you known those people whom we met at the movie?
- I didn’t like that song although the singer is Michael Jackson.
- I didn’t want to eat that junk food because it was too bad for health.
- I have just read ‘Kambing Jantan’, which is one of the most ridiculous book ever written.
- I hope to hear from the person whom I spent hours talking with last night.
- I was ready to go before my friends came.
- Kelvin decided to call Mrs. Wahono, whom he had watch about in the TV.
- The people can’t see the city anymore after Tsunami damaged it.
- The scenery was definitely the thing which I enjoyed most about my holiday.
- The students have to arrive as soon as possible, because their teacher will be angry if they come late.
- This is the place where we met at the first time.
- This University is very big as I thought.
- Though she didn’t like it, she still eat it.
- Though he sad, he didn’t cry.
- We are going back to Bandung, which we first visited four years ago.
- We saw the latest Fast and Furious’ movie, which we really enjoyed.
- When it expensive, they stop buy the snack.
- Whenever she cry, he is ready to cheer her up.
- Though I like her, I didn’t love her
Selasa, 13 Desember 2016
Complex Sentence
Rabu, 14 September 2016
Just Laughing!
Today I want to tell you about a patient and doctor:
Patient: Doc, please heal my illness. I often walk at bedtime.
Doctor: It's a box that can resolve persoalanmu. Every night, when you are getting ready for bed, remove the contents of the box and sprinkle on the floor around your bed.
Patient: What's this box, Doc? What kind of sedative powder?
Doctor: It's not. It's a box of tacks.
Haha... How's that? Funny right? If it's not funny to you, then you got no humor -,-
Patient: Doc, please heal my illness. I often walk at bedtime.
Doctor: It's a box that can resolve persoalanmu. Every night, when you are getting ready for bed, remove the contents of the box and sprinkle on the floor around your bed.
Patient: What's this box, Doc? What kind of sedative powder?
Doctor: It's not. It's a box of tacks.
Haha... How's that? Funny right? If it's not funny to you, then you got no humor -,-
Rabu, 07 September 2016
This Is My Life, Whats Yours?
After im graduated from
university i am going to take a job in a broadcasting industry. I like this job
because i want to share what kind of things or anything happen in our country. I
like film project too, i already participate in film project with my senior in
my university. The meaning of this project is to tell how you gonna do if
earthqueak happen, and im doing it in japan. I like japan because its a
beuatiful country, well its kinda cold though but i like it. After my project
finish, i wish i can go to another country. Well, its because i want too see
what kind of place it is.
I already see other country in
tv, but i want to see it by myself. What kind of place america was? How cuIture
in that place? And something like that. You can think this is crazy, but not
for me. There is nothing impossible in this world, all you have to do is work
harder. Because if you want to get someting you have to try to get it, the
harder you try the fastest you get.
Rabu, 31 Agustus 2016
Islam People in America is Not Our Enemy
Many moslem in the world aware
about terrorism is big a problem not because they are become a target of that
terrorism but they are become a public enemy for every people in the world that
not a moslem. So Obama in this speech will fix this misunderstanding about
moslem proscribed in America.
Mosque already become part of
American for half century years ago that already served many thousand people.
Obama thanks community, religion and others that serves their selves to
America. Many moslem afraid about terrorism because that people many moslem in
America be at fault and become target for release their American people
annoyance.
Islam is a peace and a believe
religion that bring peace to the world for century years ago. Many moslem gave
contribution to America and they are also a big character in history. A little piece
of moslem become a doctors who win a noble prizes, firefighter, police.
America is a country with full
tolerance for every people, not making pressure, not make moslem people in
America is second-class citizen and also every moslem in the world is not terrorism.
Obama want every moslem in America still serve their life for their country.
Source: https://www.youtube.com/watch?v=LRRVdVqAjdw
Source: https://www.youtube.com/watch?v=LRRVdVqAjdw
Minggu, 28 Agustus 2016
Untuk Masa Depan apakah Media Cetak dapat Bertahan?
Koran adalah salah satu media
cetak yang sangat populer dulunya. Sebelum masuknya new media di dunia, koran
menjadi satu – satunya media cetak yang sering di konsumsi setiap orang. Namun
sekarang koran sudah mulai dilupakan karena teknologi sudah semakin canggih.
Banyaknya orang – orang yang sudah memiliki smartphone yang bisa mengakses
informasi melalui internet dimana saja dan kapan saja. Namun informasi yang
didapatkan dari internet belum tentu benar, karena banyaknya informasi yang
sama dengan isi yang berbeda membuat kita harus teliti ketika membacanya. Beda
dengan koran yang walaupun terbitnya sekali sehari tetapi informasi yang ada di
dalamnya sangat akurat. Jadi menurut saya media cetak koran ini tidak akan
pernah hilang karena setiap orang tidak mempunyai smartphone dan informasi yang
di dapatkan dikoran lebih akurat.
Selasa, 01 Maret 2016
Analisis Film Mad City
Film yang dimainkan
Jhon Travolta dan Dustin Hofmann ini, mengangkat kekuatan media sebagai
kekuatan pembangunan opini yang nantinya diharapkan mampu menjadi preasure atau
penetrasi dalam pengambilan keputusan, Jhon Travolta yang berperan sebagai
SamBalley, dengan tanpa sengaja melakukan penyanderaan terhadap anak-anak dan
seorang kurataor di museum, hal ini di
sebabkan di PHKnya Sam, tanggung jawab
sebagai seorang ayah dari dua orang anak dan seorang suami, menyebabkan Sam
harus melakukan pengancaman, namun akibat penyanderaan initanpa sengaja Sam
menembak temannya yang juga seroang satpam berkulit hitam Clift. Tanpa
disengaja seorang reporter televisi
MaxBracket, berada dalam museum, Opini yang terbentuk diawal Sam adalah
seorang penjahat, namun keterangan Sam terhadap Max, membuktikan Sam bukanlah
seorang penjahat tapi hanya mendapat sedikit tekanan psikologis.
Opini publik dapat
berubah dengan cepat. Image Sam sebagai seorang biasa yang putus asa berubah
menjadi seorang berkepribadian bingung, pemarah dan sangat berbahaya, akibat
reportase seorang wartawan senior dari sebuah jaringan televisi terkenal di New
York, Kevin Hollander. Wartawan ini berusaha untuk menjatuhkan image Sam dan
juga Max yang menjadi lawannya sejak lama. Dengan memakai bahan reportase yang
sama (TV lokal dimana Max bekerja merupakan bagian dari jaringan TV nasional
tempat Kevin bekerja sehingga semua hasil reportase menjadi milik jaringan),
Kevin berhasil menjatuhkan Sam dimata publik dan sekaligus menyudutkan Max
dengan menuduhnya “memanfaatkan” Sam. Opini publik kembali berubah, semua orang
lebih percaya pada berita dari jaringan TV yang lebih bonafid.
Film ini menyadarkan
pada kita akan begitu dahsyatnya media telah menguasai perikehidupan. Bagaimana
media mampu menjungkirbalikkan kehidupan seseorang hanya dalam hitungan hari.
Telah sedemikian kuatnya media, sehingga seorang Max Brackket tidak sanggup
melawan arus pembentukan opini publik. Dan pada akhirnya seorang Sam Baily yang
“tidak bersalah” harus menemui ajal, karena merasa tidak lagi punya masa depan.
Untuk itu diperlukan kearifan dan nilai moral yang tinggi agar tidak terjebak
pada arus kekuasaan yang menyengsarakan. Semoga dengan ini kita semakin
menghargai nilainilai kemanusiaan.
Rabu, 10 Februari 2016
Analisis Penyiaran Media terhadap Kasus Pelecehan Seksual yang Dilakukan Indra Bekti
Kalian semua pasti sudah tahukan sama Indra Bekti? Nah, artis sekaligus presenter ini ternyata terlibat dalam sebuah kasus pelecehan seksual dan penipuan. pelapornya sendiri adalah Lalu Gigih Arsanova dan Reza Pahlevi. Mereka melaporkan kepada pihak polisi bahwa Indra Bekti akan menjadikan mereka artis asalkan mereka mau menuruti "keinginannya". Indra sendiri merasa kaget dan tidak percaya bahwa Lalu Gigih dan Reza melaporkan hal tersebut yang menyebabkan Indra Bekti menjadi sorotan media dan mencemarkan nama baiknya.
Kasus ini pun semakin menjadi - jadi dengan adanya rekaman percakapan telepon antara Lalu Gigih dan Indra Bekti yang direkam oleh Lalu Gigih. Dengan adanya kasus tersebut Indra Bekti pun mengalami kerugian yang besar. Ditambah lagi media - media yang meliput kasus ini mencantumkan nama - nama mereka secara langsung tanpa memfilter terlebih dahulu yang membuat kerugian Indra Bekti semakin besar.
Karena merasa dirugikan, Indra Bekti pun meminta hak jawabnya seperti yang tertulis dalam peraturan pers : Hak Jawab adalah hak seseorang atau sekelompok orang untuk memberikan tanggapan atau sanggahan terhadap pemberitaan berupa fakta yang merugikan nama baiknya. Hak jawab digunakan ketika di media, baik cetak, cyber, maupun elektronik bertolak belakang dengan fakta yang terjadi dan mencemarkan nama baik seseorang atau sekelompok orang. Hak jawab dimuat dari Undang - Undang Pers no 40 tahun 1999 dalam pasal 1, pasal 5, pasal 11, pasal 15.
Wartawan jaman sekarang mulai melupakan peraturan pers yang berlaku yang seharusnya tertanam dalam setiap wartawan yang bekerja dalam sebuah media ataupun lepas. sehingga banyak terjadi kasus - kasus yang serupa seperti kasus Indra Bekti ini yang membuatnya meminta untuk memberikan hak jawabnya kepada media. sehingga mau tidak mau media pun juga akan ikut dirugikan.
Kasus ini pun semakin menjadi - jadi dengan adanya rekaman percakapan telepon antara Lalu Gigih dan Indra Bekti yang direkam oleh Lalu Gigih. Dengan adanya kasus tersebut Indra Bekti pun mengalami kerugian yang besar. Ditambah lagi media - media yang meliput kasus ini mencantumkan nama - nama mereka secara langsung tanpa memfilter terlebih dahulu yang membuat kerugian Indra Bekti semakin besar.
Karena merasa dirugikan, Indra Bekti pun meminta hak jawabnya seperti yang tertulis dalam peraturan pers : Hak Jawab adalah hak seseorang atau sekelompok orang untuk memberikan tanggapan atau sanggahan terhadap pemberitaan berupa fakta yang merugikan nama baiknya. Hak jawab digunakan ketika di media, baik cetak, cyber, maupun elektronik bertolak belakang dengan fakta yang terjadi dan mencemarkan nama baik seseorang atau sekelompok orang. Hak jawab dimuat dari Undang - Undang Pers no 40 tahun 1999 dalam pasal 1, pasal 5, pasal 11, pasal 15.
Wartawan jaman sekarang mulai melupakan peraturan pers yang berlaku yang seharusnya tertanam dalam setiap wartawan yang bekerja dalam sebuah media ataupun lepas. sehingga banyak terjadi kasus - kasus yang serupa seperti kasus Indra Bekti ini yang membuatnya meminta untuk memberikan hak jawabnya kepada media. sehingga mau tidak mau media pun juga akan ikut dirugikan.
Kamis, 04 Februari 2016
Analisis Kasus Kematian Mirna dengan Etika Pers dalam Media
Kasus kematian Wayan Mirna Salihin setelah minum es kopi Vietnam di Restoran Olivier, West Mall, Grand Indonesia, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu malam 6 Januari 2016 lalu menjadi sorotan seluruh media. Jessica dan Hanny adalah 2 teman yang waktu itu sedang berkumpul dengan Mirna untuk reuni. 2 orang tersebut dijadikan saksi atas kematian mirna. Jessica yang datang lebih awal dan memesan minuman untuk kedua temannya yang belum datang dicurigai sebagai tersangka atas kematian Mirna.
Media yang mengetahui hal ini mulai memberikan pertanyaan yang menyudutkan Jessica. Merasa disudutkan Jessica pun melaporkan hal ini ke komnas HAM. Walaupun akhirnya Jessica dinyatakan positif sebagai tersangka.
Menurut saya, media seharusnya tidak menyudutkan Jessica karena waktu itu belum adanya bukti akurat yang menjadikan Jessica sebagai seorang tersangka. Hal ini melanggar etika dan hukum Pers yang membuat wartawan menjadi tidak profesional dalam melaksanakan tugasnya. Walaupun sekarang Jessica sudah positif sebagai tersangka, Pers tidak seharusnya menyudutkan satu pihak tanpa ada bukti yang akurat.
Langganan:
Komentar (Atom)